Membaca cersil karya Kho Ping Ho, menjadi teringat bahwa Bapak Para Pendekar alias sang pengarang cerita telah pergi mendahului kita.. Namun seperti tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan karya-karya Kho Ping Ho masih tetap memikat untuk dibaca…
Salah satu yang menarik dari cersil yang ditulis oleh Almarhum Kho Ping Ho adalah nasehat yang senantiasa disisipkan diantara jalinan cerita dan serunya perkelahian.. Nasehat itu saya rasakan bersifat universal dan tetap up to date mengikuti jaman..
Salah satunya adalah yang saya kutipkan berikut ini dari buku cersil yang berjudul GELANG KEMALA. Kho Ping Ho demikian piaway memilih dan merangkai kata yang dalam maknanya, namun mudah dimengerti tidak ada kesan menggurui. Ulasan tentang nasib dan bahaya pamrih disampaikan dengan sangat sederhana tanpa mengurangi bobot isinya.
Nasib berada di tangan Tuhan dan ditentukan oleh kekuasaan Tuhan. Memang benar. Akan tetapi baik buruknya nasib tergantung dari si manusia sendiri. Manusia diberi peralatan selengkapnya untuk berusaha memperbaiki keadaan dirinya. Tidak mempergunakan segala daya yang ada padanya berarti menyia-nyiakan pemberian anugerah dari Tuhan berupa kehidupan sempurna itu. Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh maswino 




