<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://maswino.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maswino.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2008 22:54:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='maswino.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/019d2268ba99f9d6e8f06688109dc309?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://maswino.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mengenang Bapak Para Pendekar&#8230;</title>
		<link>http://maswino.wordpress.com/2008/05/06/mengenang-bapak-para-pendekar/</link>
		<comments>http://maswino.wordpress.com/2008/05/06/mengenang-bapak-para-pendekar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 22:54:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maswino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswino.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[
Membaca cersil karya Kho Ping Ho, menjadi teringat bahwa Bapak Para Pendekar alias sang pengarang cerita telah pergi mendahului kita.. Namun seperti tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan karya-karya Kho Ping Ho masih tetap memikat untuk dibaca&#8230;
Salah satu yang menarik dari cersil yang ditulis oleh Almarhum Kho Ping Ho adalah nasehat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=31&subd=maswino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/05/kph1.jpg"><img class="size-medium wp-image-32 aligncenter" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/05/kph1.jpg?w=210&#038;h=300" alt="" width="210" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Membaca cersil karya Kho Ping Ho, menjadi teringat bahwa Bapak Para Pendekar alias sang pengarang cerita telah pergi mendahului kita.. Namun seperti tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan karya-karya Kho Ping Ho masih tetap memikat untuk dibaca&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Salah satu yang menarik dari cersil yang ditulis oleh Almarhum Kho Ping Ho adalah nasehat yang senantiasa disisipkan diantara jalinan cerita dan serunya perkelahian.. </span><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Nasehat itu saya rasakan bersifat universal dan tetap up to date mengikuti jaman..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Salah satunya adalah yang saya kutipkan berikut ini dari buku cersil yang berjudul GELANG KEMALA. Kho Ping Ho demikian piaway memilih dan merangkai kata yang dalam maknanya, namun mudah dimengerti tidak ada kesan menggurui. Ulasan tentang nasib dan bahaya pamrih disampaikan dengan sangat sederhana tanpa mengurangi bobot isinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 20.9pt 0 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nasib berada di tangan Tuhan dan ditentukan oleh kekuasaan Tuhan. Memang benar. Akan tetapi baik buruknya nasib tergantung dari si manusia sendiri. Manusia diberi peralatan selengkapnya untuk berusaha memperbaiki keadaan dirinya. Tidak mempergunakan segala daya yang ada padanya berarti menyia-nyiakan pemberian anugerah dari Tuhan berupa kehidupan sempurna itu.<span id="more-31"></span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 20.9pt 0 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Nasib yang rnenimpa seseorang pasti ada sebabnya dan sebab itu berada di tangan si manusia sendiri. Setiap orang akan memetik bunuh dari hasil tanamannya sendiri. Karena itu, orang yang mengerti benar akan nikmat ini, selalu menanam bibit yang baik, yaitu melakukan semua perbuatan yang baik sehingga buahnya kelak pun baik. Sebaliknya, kalau tertimpa suatu peristiwa, menyenangkan atau menyusahkan, tidak akan menyesal karena maklum bahwa semua itu adalah hasil tanamannya sendiri. Wajarlah kalau yang bersalah menerima hukumannya.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 20.9pt 0 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengapa menyesal ? Penyesalan yang perlu kita .miltki adalah bertaubat atas kesalahannya dan tidak akan mengulang kembali. Tidak akan menanam bibit yang buruk lagi, melainkan menanam bibit yang baik-baik saja tanpa pamrih, yaitu pamrih untuk kesenangan diri sendiri. Pamrih adalah harapan mendapatkan sesuatu, dan hanya orang yang mengharapkan mendapat sesuatu sajalah yang akan merasa kecewa. Kecewa kalau yang diharapkan itu tidak tercapai, kemudian menjadi bosan dan tidak puas kalau harapan itu terpenuhi, karena yang diharapkan itu kemudian setelah tercapai tidaklah seindah seperti yang dibayangkan semula.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:21.3pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 20.9pt 0 1cm;"><strong><em><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Duka datang bersama perasaan iba diri. Aku ditinggal, aku kehilangan, aku kesepian, aku dirugikan dan semua kenangan mengenai aku yang dirugikan itulah yang mendatangkan rasa iba diri dan menjurus kepada kedukaan. Duka ini dapat pula memperbesar rasa benci terhadap sesuatu yang menjadi penyebab datangnya kerugian itu.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;line-height:150%;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><span style="font-family:Times New Roman;">Semoga menjadi pencerahan bagi kita semua akan bahaya berbuat baik tanpa dilandasi keikhlasan.. Karena berbuat baik dengan pamrih walau bagaimanapun hanya akan mengotori hati kita.. Selamat jalan Bapak Para Pendekar&#8230; Karyamu selalu bersinar&#8230; Semoga Tuhan menerima semua amal kebaikanmu dan mengampuni segala kesalahanmu&#8230; Amin&#8230;</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswino.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswino.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswino.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswino.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswino.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswino.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswino.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswino.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswino.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswino.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswino.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswino.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=31&subd=maswino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswino.wordpress.com/2008/05/06/mengenang-bapak-para-pendekar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b7d1ee642943a7d38a10edf67956cbf0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maswino</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/05/kph1.jpg?w=210" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Makutharama atau Hasthabrata</title>
		<link>http://maswino.wordpress.com/2008/04/14/makutharama-atau-hasthabrata/</link>
		<comments>http://maswino.wordpress.com/2008/04/14/makutharama-atau-hasthabrata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 17:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maswino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswino.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[

Makutharama merupakan gabungan dari 2 kata yaitu Makutha dan Rama.. ”Makutha” adalah mahkota yang merupakan kelengkapan busana kebesaran seorang raja, sedangkan ”Rama” yang dimaksud adalah Prabu Rama Wijaya suami Dewi Shinta raja di Ayodya.. Sehingga Makuthorama dapat diartikan sebagai watak yang harus dimiliki oleh seorang raja meniru apa-apa yang telah dicontohkan oleh Prabu Rama Wijaya.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=28&subd=maswino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/317280112_79506f60f2_o.jpg"></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/317280112_79506f60f2_o.jpg"><img class="size-medium wp-image-27 alignleft" style="float:left;" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/317280112_79506f60f2_o.jpg?w=262&#038;h=204" alt="" width="262" height="204" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Makutharama merupakan gabungan dari 2 kata yaitu Makutha dan Rama.. ”Makutha” adalah mahkota yang merupakan kelengkapan busana kebesaran seorang raja, sedangkan ”Rama” yang dimaksud adalah Prabu Rama Wijaya suami Dewi Shinta raja di Ayodya.. Sehingga Makuthorama dapat diartikan sebagai watak yang harus dimiliki oleh seorang raja meniru apa-apa yang telah dicontohkan oleh Prabu Rama Wijaya.. Sedangkan Hasthabrata juga merupakan gabungan dari 2 kata yaitu Hastha dan Brata.. ”Hastha” adalah delapan, ”Brata” adalah laku atau perilaku.. Maka Hastha brata dapat secara bebas dapat diartikan 8 (delapan) perilaku yang layak disandang dan dilaksanakan..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Dalam cerita pewayangan, Hasthabrata diajarkan oleh Sri Rama kepada Raden Barata ketika dia menyusul ke hutan untuk memohon kepada Sri Rama pulang ke negara Ayodya agar mau menjadi Raja… Namun karena terikat akan janji Ayahandanya yaitu Prabu Dasarata kepada Dewi Kekayi bahwa dia mau diperistri asal putranya kelak yang menggantikan tahta Ayodya, maka Sri Rama tidak mau menuruti bujukan Raden Barata.. Sambil menangis Barata meratap-ratap bahwa Sri Ramalah yang pantas`menduduki tahta Ayodya, bukan dirinya… Akhirnya jalan tengahpun diambil oleh Sri Rama, Barata diperintahkan kembali ke keraton Ayodya dengan membawa tarumpah atau sandal Sri Rama sebagai tanda bahwa Barata dalam menjalankan pemerintahan di Ayodya sebagai Raja hanyalah sebagai badal atau wakil Sri Rama saja… Maka sebagai bekal Barata naik tahta diwejanglah ajaran Hasthabrata ini…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span id="more-28"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Kali ke 2 Hasthabrata ini diwejangkan oleh Sri Rama kepada Gunawan Wibisono ketika Negara Alengka sudah bisa dikalahkan dalam rangka Rama merebut kembali Dewi Shinta dari cengkeraman Rahwana.. Sri Rama tidak berkenan menjadi Raja di Negara Alengkadiraja walau dia merupakan pemenang perang.. Karena kebijaksanaan Sri Rama mengingat trah Alengkadiraja masih ada yang hidup yaitu Gunawan Wibisono yang merupakan adik dari Prabu Rahwana atau Dasamuka.. Sebelum naik tahta di Alengkadiraja yang atas titah Sri Rama berganti menjadi Negara Singgelapura maka Gunawan Wibisono pun diwejang Wahyu Makutharama atau Hasthabrata oleh Sri Rama..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Wejangan Wahyu Makutharama ini juga pernah diterima oleh Arjuna di atas Gunung Kuthorunggu oleh Begawan Kesawasidhi atau Kresna.. Karena masing-masing adalah lakon tersendiri yang apabila dipagelarkan memakan waktu semalam suntuk maka baiklah kita singkat saja pada inti tulisan ini yaitu Wahyu Makutharama atau Harsthabrata…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Adapun 8(delapan) hal tersebut adalah meniru watak dari alam di sekitar kita..</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pratiwi yang berarti bumi, bumi mempunyai watak kuat sentausa… segala sesuatu mampu diangkatnya dengan gagah perkasa… baik itu manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan semua berpijak di atas bumi.. dan bumipun tidak pernah mengeluh atas beban itu…</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Surya yang berarti matahari, matahari mempunyai watak menerangi merata di seluruh jagat tanpa kecuali… sinar matahari bersifat memberikan kehidupan pada seluruh makhluk…</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Candra yang berarti rembulan, rembulan mempunyai watak memberikan penerangan di kala malam hari atau pada saat gelap.. maka sifat rembulan memberikan penerangan kepada siapa saja yang sedang mengalami kegelapan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Samirana yang berari angin atau udara, udara mempunyai watak lembut dan dapat merata ke seluruh alam, baik itu yang keliatan maupun yang tidak.. terbukti di gua-gua yang dalam, berliku dan gelap sekalipun masih terdapat udara.. bahkan di dalam air sekalipun juga terdapat udara..</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jaladri yang berarti lautan atau samudera, samudera mempunyai watak yang luas sehingga mampu menampung apa saja.. baik itu hal-hal yang baik maupun buruk.. segala sampah masuk ke laut, bahkan bangkai anjing sekalipun juga masuk ke laut.. namun laut tidak pernah mengeluarkan bau yang tidak sedap..</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tirta yang berarti air, air mempunyai watakmemberikan kehidupan kepada makhluk hidup.. baik manusia, tumbuh-tumbuhan maupun hewan semua membutuhkan air demi kelangsungan hidupnya..</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kartika yang berarti bintang, bintang mempunyai watak memberikan keindahan pada alam semesta.. kelip kelip bintang di malam memberikan rasa nyaman tenteram bagi siapa saja yang melihatnya..</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dahana yang berarti api, api mempunyai watak mampu menghanguskan apa saja tanpa pandang bulu… maka sifat api ini diambil sebagai contoh untuk seorang raja harus mampu menghukum siapa saja yang salah, tidak bandang bulu apakah itu sanak atau keluarga, apabila bertindak salah harus dihukum demi tegaknya keadilan…</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Demikian para kerabat dan handai taulan… kurang lebihnya mohon maaf… tulisan ini bukan bermaksud menggurui namun sebagai sarana introspeksi diri saya pribadi, sudah sejauh mana bisa menerapakan Hasthabrata dalam kehidupan saya sehari-hari… maturnuwun…</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswino.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswino.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswino.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswino.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswino.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswino.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswino.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswino.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswino.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswino.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswino.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswino.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=28&subd=maswino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswino.wordpress.com/2008/04/14/makutharama-atau-hasthabrata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b7d1ee642943a7d38a10edf67956cbf0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maswino</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/317280112_79506f60f2_o.jpg?w=468" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anak2ku adalah the 5th generation of Eyang Canggah Kartowiharjo&#8230;</title>
		<link>http://maswino.wordpress.com/2008/04/08/25/</link>
		<comments>http://maswino.wordpress.com/2008/04/08/25/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 12:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maswino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga..]]></category>
		<category><![CDATA[Keluargaku..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswino.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[
Sungguh sebuah peristiwa yang sangat langka&#8230; Bagaimana tidak ?! Gambar di atas adalah terdiri dari 5 (lima) generasi yang berbeda&#8230;. Yang berbaju coklat adalah istriku tercinta.. Sedangkan 2 anak kecil itu adalah buah cintaku bersama Fatma istriku.. Anak perempuan manis yang dipangku ibunya itu bernama Dini dialah anak pertamaku, sedang lelaki kecil ganteng yang tertidur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=25&subd=maswino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/6generasi.jpg"><img class="size-medium wp-image-24 aligncenter" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/6generasi.jpg?w=406&#038;h=293" alt="" width="406" height="293" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh sebuah peristiwa yang sangat langka&#8230; Bagaimana tidak ?! Gambar di atas adalah terdiri dari 5 (lima) generasi yang berbeda&#8230;. Yang berbaju coklat adalah istriku tercinta.. Sedangkan 2 anak kecil itu adalah buah cintaku bersama Fatma istriku.. Anak perempuan manis yang dipangku ibunya itu bernama Dini dialah anak pertamaku, sedang lelaki kecil ganteng yang tertidur pulas di pangkuan eyangnya itu adalah Fadhil anak ke 2 ku.. Sampai disini saja berarti aku telah menceritakan 3 generasi&#8230; Anak2ku, ibu dari anak2ku, dan ibunya ibu dari anak2ku (alias eyang).. Sedangkan duduk paling kanan adalah eyang buyut dari anak2ku yang berarti adalah ibu dari eyangnya anak2ku&#8230; terakhir ke2 dari kiri adalah ibu dari eyang buyut anak2ku (alias eyang canggah)&#8230; Lima generasi kan&#8230; ?!</p>
<p style="text-align:justify;">Yup ! Benar 5 generasi&#8230; !! Lima generasi dalam ikatan sedarah lurus ke bawah&#8230; Semoga panjang umur sehingga awet momong para canggah, para buyut, para cucu serta para anak&#8230; Dan semoga juga anak2ku senantiasa mendapat restu dari para pendahulunya agar mampu mencapai cita2 yang tinggi dan selamat dunia selamat akhirat&#8230; mulia di dunia dan mulia pula di akhirat kelak&#8230; Amin&#8230; (semoga para malaikat semua ikut mengamini dan Allah SWT berkenan ngijabahi&#8230; Amin&#8230;) </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswino.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswino.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswino.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswino.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswino.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswino.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswino.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswino.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswino.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswino.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswino.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswino.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=25&subd=maswino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswino.wordpress.com/2008/04/08/25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b7d1ee642943a7d38a10edf67956cbf0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maswino</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/6generasi.jpg?w=468" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gambaran awal pertemuan dengan Sang Dewa Ruci&#8230;</title>
		<link>http://maswino.wordpress.com/2008/04/08/gambaran-awal-pertemuan-dengan-sang-dewa-ruci/</link>
		<comments>http://maswino.wordpress.com/2008/04/08/gambaran-awal-pertemuan-dengan-sang-dewa-ruci/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 02:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maswino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswino.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[
Rangu-rangu tyasira Sang Bimasena dupi mulat agenging alun. Njegreg meger-meger Sang Bimasena ingkang angagem busana kadewatan. Busana ingkang kaparingaken Sang Hyang Bayu duk nalika maksih salebeting bungkus. Bimasena hangagem suwal sak dhengkul nggilpun mawi dhapur tutuking naga, mratandani sakelangkung santosaning budi. Gegelang dapur naga-banda hanambahi pralambang Gunung Waja. Hangagem nyamping bang-bintulu abang-ireng-kuning-putih mratandhani Sang Bimasena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=15&subd=maswino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:center;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/bima_1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/bima_1.jpg?w=245&#038;h=320" alt="" width="245" height="320" /></a></div>
<div style="text-align:justify;">Rangu-rangu tyasira Sang Bimasena dupi mulat agenging alun. Njegreg meger-meger Sang Bimasena ingkang angagem busana kadewatan. Busana ingkang kaparingaken Sang Hyang Bayu duk nalika maksih salebeting bungkus. Bimasena hangagem suwal sak dhengkul nggilpun mawi dhapur tutuking naga, mratandani sakelangkung santosaning budi. Gegelang dapur naga-banda hanambahi pralambang Gunung Waja. Hangagem nyamping bang-bintulu abang-ireng-kuning-putih mratandhani Sang Bimasena kuwagang hangendaleni catur kanepsoning titah. Hing pasuryanipun ngagem pupuk-mas ingkang nggaler kadya jejaroting asem, agal njawi hananging ing batos hangrawit raos kados dene jejaroting asem. Nyandhang sesupe pudhak-sinumpet mratandani tansah pethak memplak tyase Sang Bimasena. Asesumping wangun manggis sigar sak balibaripun. Tandhane Bimasena sampun napak ing kasampurnaning jiwa raga, cemeng njawi pethak ing lebetipun.</div>
<div><span id="more-15"></span></div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/b3b0.jpg"><img class="size-full wp-image-17" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/b3b0.jpg?w=130&#038;h=190" alt="" width="130" height="190" /></a></div>
<div style="text-align:justify;">Parandene, maksih mandheg-mangu raosing manah. Wang-wang ing galih malang-ati ing sedya. Ngantos supe menawi sampun kasinungan sesupe peparinge Hyang Indra, sesupe Musthika Manik Candrama, ingkang saget ngambah jroning warih kados dene ing dhedharatan. Nuli mateg aji Jalasengara Sang Bimasena, hanggebyur jaladri tulya-dreng. &#8220;Waaa, gene ora sepira jero samudra iki. Banyu mung sak dhengkul ku&#8221; Blebes, raganipun Bhimasena amblesing warih, jalaran Gajah Setu Banda hangoncati, mboten kiyat midanget pangecenipun Sang Sena. Sang Sena eram, paran sababipun sampun ambles jroning warih taksih rumaos wonten ing dhedaratan. Ngungun ngantos datan pramana kalayan sangsayaning warih.</div>
<div style="text-align:justify;">Naga geng Kyai Nabatmawa nuli hanylorong nyaut angganipun Sang Sena. Ginubet-gubet kinilut-kilit Sang Sena tan bisa suwala. Nuli amuji pejah jronging samudra. Kangge hanyengkakaken sedanipun, tutuking naga ingkag hanggigit suku nedya kabenggang kapindah ing jangga. Rosaning panggigit lan kiyating pambenggang mahanani samudra umob amolak-malik. Sigra kabenggang kepara bablas kasuwak tutuking naga.</div>
<div style="text-align:justify;">Toyaning Samudra dados brit. Naga sirna hanyarengi jumeduling pulo alit. Pula alit ingkang asri edi peni. Witwitan kekembangan tuwin woh-wohan pating bendhoyot, hananging sadaya dumados sarana cahya. Hing katebihan lumampah Bocah Bajang hanyaketi angawe-awe dumateng Sang Sena&#8230;..</div>
<div style="text-align:justify;">Bimasena nglenggana sampun kasil luwar saking panalikunging Kyai Nabatmawa ingkang sejatosipun tansah hangubel manahipun. Andadosaken asih trena ing kadonyan. Hanjalari raos rangu-rangu<br />
mulat agenging alun jaladri. Ombak samudra Minangkalbu&#8230;..</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswino.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswino.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswino.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswino.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswino.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswino.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswino.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswino.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswino.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswino.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswino.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswino.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=15&subd=maswino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswino.wordpress.com/2008/04/08/gambaran-awal-pertemuan-dengan-sang-dewa-ruci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b7d1ee642943a7d38a10edf67956cbf0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maswino</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/bima_1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/b3b0.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Tragis Bambang Ekalaya&#8230;</title>
		<link>http://maswino.wordpress.com/2008/04/07/kisah-tragis-bambang-ekalaya/</link>
		<comments>http://maswino.wordpress.com/2008/04/07/kisah-tragis-bambang-ekalaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 16:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maswino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswino.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[
Kenalkah anda dengan tokoh ksatriya yang bernama Bambang Ekalaya ? Sebuah kisah tragis mengiringi perjalanan hidupnya… Bambang Ekalaya adalah seorang ksatriya tampan yang mempunyai kemauan keras serta bakat yang luar biasa… Hal itu masih belum cukup untuk menggambarkan pribadinya yang demikian mantap dan gagah berani menapaki kehidupan yang sungguh sangat berat dan berkesan tidak adil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=12&subd=maswino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/404112688_beb45c3c47.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-13" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/404112688_beb45c3c47.jpg?w=286&#038;h=195" alt="" width="286" height="195" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kenalkah anda dengan tokoh ksatriya yang bernama Bambang Ekalaya ? Sebuah kisah tragis mengiringi perjalanan hidupnya… Bambang Ekalaya adalah seorang ksatriya tampan yang mempunyai kemauan keras serta bakat yang luar biasa… Hal itu masih belum cukup untuk menggambarkan pribadinya yang demikian mantap dan gagah berani menapaki kehidupan yang sungguh sangat berat dan berkesan tidak adil pada dirinya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bagaimana tidak ?! Atas keinginannya yang kuat untuk belajar memanah pada Begawan Drona, maka dia memberanikan diri untuk menghadap dan memohon untuk bisa menjadi murid Sang Begawan… Karena memang terikat janji pada kekuasaan di Astinapura bahwa Begawan Drona hanya akan mengajarkan ilmu kaprajuritanya pada Pandhawa dan Kurawa saja maka ditolaklah permohonan Bambang Ekalaya… Tidak patah semangat sampai di situ saja, Bambang Ekalaya membuat patung perwujudan Begawan Drona, dan sambil membayangkan bahwa patung itu adalah Begawan Drona yang sesungguhnya maka secara otodidak dia mulai belajar memanah (olah kridhaning jemparing) dan ilmu keprajuritan lainnya.. Hari demi hari, minggu demi minggu secara mandiri dia menganalisa hasil latihannya sedemikian rupa sehingga dia sendiri mampu belajar dari evaluasi kekuarangannya untuk selalu menjadi lebih baik..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sungguh sebuah hasil kerja keras yang tanpa mengenal lelah serta dilambari akan kebulatan tekad dan kemantapan dalam menjalani kehidupan maka Bambang Ekalaya akhirnya sangat trampil dalam memanah dan memainkan keris… Karena kecerdasan dan kedewasaannya telah dinilai mampu menggantikan tahta, maka akhirnya Bambang Ekalaya nglintir keprabon naik tahta menjadi Raja di negara Paranggelung dengan gelar Prabu Palgunadi.. Dengan Dewi Anggraheni sebagai permaisuri yang selain berwajah cantik rupawan juga sangat bernakti dan setia kepada Prabu Palgunadi (kesetiaan hal ini akan sangat jelas tergambar di akhir episode kisah ini…).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Diceritakan bahwa di Padepokan Sokalima tempat Sang Reshi Begawan Drona mengajar para murid sedang jeda pelajarannya, Pandhawa dan Kurawa mendapat kesempatan berlibur selama 2 pekan… Para Kurawa merencakan pulang ke Keraton Astinapura untuk berpesta merayakan libur panjang itu… Para Pandhawa lebih suka tetap tinggal di Padepokan untuk mematangkan ilmu-ilmu yang dipelajarinya selama ini… Kecuali Arjuna yang berkeinginan untuk mengunjungi Eyangnya Begawan Abiyasa ke Pertapan Saptaarga di Wukir Ratawu…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Singkat kata di perjalanan Arjuna bertemu dengan Prabu Palgunadi yang sedang bertamasya berburu di tengah hutan… Pertemuan merekapun bagaikan sudah diatur untuk kemudian menjadi bermusuhan… Karena Arjuna adalah seorang murid yang sedang turun gunung maka dia ingin sekali mencoba kemampuannya memanah… Di tengah hutan dia membidik seekor rusa untuk dipanah… Pesat seperti kilat panah Sang Arjuna menuju jantung rusa tadi… Pada saat yang sama ternyata Prabu Palgunadipun sedang melakukan hal yang sama… Dengan waktu yang bersamaan dan arah bidikan yang sama pula, maka panah kedua ksatriya itu tepat mengenai sasaran di jantung rusa tersebut… Serentak kedua ksatriya itu berlari menghampiri hasil buruannya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Akhirnya terjadilah perang mulut tentang siapa yang berhak atas rusa itu karena panah mereka tepat berimpit pada sasaran yang sama.. Karena tidak ada yang mau mengalah maka perkelahian pun tak dapat dihindarkan… Dari olah kridhaning curiga (keris) sampai pada ketrampilan memanah mereka peragakan… Tak ada yang kalah dan tak ada yang menang pada pertarungan itu… Mereka saling menghina lawan dan membanggakan diri… Sampai suatu ketika keduanya menyebut bahwa masing-masing adalah murid dari Sang Reshi Begawan Drona… Karena dengan senjata mereka pada posisi yang imbang, maka pertarungan dilanjutkan dengan tangan kosong.. Saling tendang dan jotospun segera terjadi.. Suatu ketika Arjuna terkena tempeleng di pelipisnya… Seketika berkunang-kunang matanya dan oleng hampir jatuh tersungkur di tanah… Dengan menahan rasa malu karena tidak bisa mengalahkan Palgunadi dan juga rasa marah karena merasa dikhianati oleh Gurunya.. Karena Arjuna tahu bahwa Sang Guru hanya akan mengajarkan kepandaiannya kepada Pandhawa dan Kurawa saja, namun tiba-tiba muncul seorang ksatriya muda yang telah menjadi Raja pula, yang demikian sakti mandraguna sehingga seorang Arjuna yang menjadi murid kesayangan sekaligus juara bermain keris dan memanahpun tidak mampu mengalahkannya, mengaku bahwa dia adalah murid Begawan Drona juga… Arjuna menurungkan niatnya ke Wukir Ratawu dan segera bertolak kembali ke Padepokan Sokalima untuk mengadu pada Gurunya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Begitu mendengar pengaduan Arjuna murid kesayangannya, Sang Begawan Drona pun tercengang… Karena memang dia tidak merasa mempunyai murid selain Pandhawa dan Kurawa.. Tiba-tiba muncul nama Palgunadi dengan kepandaian yang ngedap-edapi dan mengaku bahwa dia adalah muridnya… Untuk membuktikan bahwa Palgunadi memang bukan muridnya maka Arjuna diajak Sang Begawan untuk menghampiri di mana Palgunadi berada…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Karena perasaan bangga namun juga ada perasaan cemas menyelinap karena dia tahu pasti Arjuna tidak akan tinggal diam menerima kekalahannya apalagi dia sudah terlanjur mengaku sebagai murid Begawan Drona… Mak sepeninggal Arjuna matanya tak pernah lepas dari arah Arjuna berlari meninggalkan dirinya… Benar saja.. Tak lama kemudian dari kejauhan dia melihat sosok seseorang yang menjadi idolanya yaitu Sang Reshi Begawan Drona… Perasaan bangga diam-diam menyelinap di dadanya… Jika Sang Begawan berkenan hadir di tempat itu atas pengaduan Arjuna maka jelas Palgunadi adalah tokoh ksatriya yang pantas diperhitungkan..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Setelah Begawan Drona dekat, Palgunadi segera bersembah sujud layaknya seorang murid pada Gurunya… Drona berkata, ”Benarkah engkau yang bernama Palgunadi dan mengaku menjadi muridku ?” Palgunadi mengiyakan, sedangkan Arjuna hanya mempu duduk dibelakang Gurunya sambil bersungut-sungut.. Drona melanjutkan, ”Aku tidak merasa mempunyai murid dirimu, dan juga aku tidak merasa mengajarkan sesuatu pada dirimu.. bagaimana mungkin hubungan kita adalah Guru dan murid ?” Palgunadi menjawab sambil mengingatkan bahwa dirinya pernah melamar menjadi murid Begawan Drona… ”Betul.. aku masih ingat pada waktu engkau memohon untuk kuangkat sebagai murid.. aku masih ingat betul karena akupun terkesan akan postur tubuh dan struktur tulangmu yang sangat ideal untuk dididik olah kaprajuritan… namun aku tidak menerimamu sebagai muridku.. karena hal itu tidak boleh terjadi, diriku terikat sumpah hanya akan mengajarkan ilmu kesaktian kepada Pandhawa dan Kurawa saja.. dan pada waktu itu engkaupun segera meninggalkan Padepokan Sokalima, hingga saat ini aku berjumpa lagi denganmu tidak pernah ada pertemuan di antara kita, bagaimana mungkin kesaktian yang engkau punyai adalah merupakan buah dari pelajaran yang aku berikan ?!” Palgunadi menjawab bahwa sepulang dari Padepokan Sokalima dulu di membuat patung perwujudan Begawan Drona, dan seperti telah diceritakan di atas, Palgunadi belajar secara otodidak dengan ditunggui patung Begawan Drona tadi…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Arjunapun diam-diam menyimak percakapan itu sehingga dia menjadi tahu duduk permasalahannya… Selain rasa kagum terselip juga rasa iri di hati Arjuna… Jika saja dia tidak terkena tempeleng Palgunadi maka belum tentu kalah…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dengan setengah berbisik Arjuna mengemukakan hal tersebut pada Gurunya… Sang Begawan Drona tanggap akan maksud muridnya… Dia menyambung percakapan dengan Palgunadi, ”Baiklah… Jika memang demikian adanya, apakah engkau lahir batin mengaku murid padaku ? Karena sungguh berat kewajiban murid kepada seorang Guru… Sadarkah engkau akan hal itu ?” Palgunadi terbuai akan kata-kata Drona, dia melihat secercah harapan bahwa dia bisa diangkat murid secara resmi oleh Sang Begawan… sehingga dengan lantang dan mantab diapun menjawab bahwa lahir batin dia mengaku murid pada Begawan Drona, bahkan dia bersumpah apapun perintah Sang Begawan akan dia laksanakan dengan senang hati….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sang Begawan Drona tersenyum puas karena merasa perangkapnya telah berhasil… Dia menayakan, bagaimana mungkin hanya dengan satu tempelengan di pelipis Arjuna bisa terhuyung-huyung hampir jatuh… kesaktian apakah itu… Pucat wajah Sang Palgunadi begitu mendengar pertanyaan Drona.. Dia terpaksa harus mengaku bahwa kesaktian tangan kirinya itu disebabkan karena Pusaka Manik Sotyaning Ampal yang berwujud cincin.. Drona menyambung, bahwa dia kepingin mengathui wujud cincin itu seperti apa.. Seperti tercekat tenggorokan Palgunadi, karena dia baru saja bersumpah bahwa apapun perintah Drona akan dia laksanakan dengan senang hati maka diapun menjawab bahwa cincin Manik Sotyaning Ampal karena itu adalah pusakan maka dia berada didalam kulit namun diluar daging sehingga tidak bisa dilepas.. ”Kalau memang engkau tidak ingkar akan janjimu akan senantiasa menaati perintahku, maka mana tanganmu aku ingin melihatnya…” ucap Drona.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dengan perasaan bingung tak tahu harus berbuat apa, Palgunadi mengulurkan tangannya… Dengan serta merta secepat kilat Drona menghunus keris dan memotong jari manis tangan kanan Palgunadi di mana cincin Manik Sotyaning Ampal berada… Palgunadi meraung kesakitan dan mengucapkan kata-kata terakhir yang menyayat hati…”Oh.. Guru.. mengapa engkau tega berbuat demikian kepadaku… sesungguhnya pusaka itu merupakan kekuatanku namun juga menjadi kelemahanku.. apabila sampai cincin itu terlepas dariku maka akan matilah aku… Lahir batin aku mengaku murid kepadamu.. ketaatanku penuh tanpa syarat kepadamu… namun apa balasanmu kepadaku… dalam kondisi diriku tak berdaya engkau tega menghabisi nyawaku dengan cara yang tidak ksatriya kau potong jariku hanya karena engkau ingin memiliki cincin Pusakaku Manik Sotyaning Ampal… Ingatlah kata-kata terakhirku ini, apabila besuk suatu saat terjadi perang besar, maka keadaan seperti ini akan berbalik menimpa padamu.. Dalam kondisi tak perdaya maka nyawamu akan aku jemput dengan meminjam raga seorang ksatriya sehingga dendam ini akan terbalas…. Begitu Palgunadi selesai berkata-kata, maka terkulai lemaslah badanya… pisah nyawa dan raganya.. mati sia-sia di tangan seorang Begawan yang menjadi idolanya dalam kondisi yang berdaya… Tragis !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bersamaan dengan itu menyambarlah petir di angkasa disertai kilat yang menyambar-nyambar… memberikan saksi bahwa alampun tidak berkenan atas kematian Palgunadi, dan sekaligus menjadi pertanda bahwa apa yang diucapkan Palgunadi akan menjadi kenyataan kelak di kemudian hari.. Hati Begawan Drona bergetar atas reaksi alam itu… dia tahu bahwa dia telah berbuat aniaya pada seseorang… Namun hal itu memang sudah menjadi takdir yang harus dia lakoni… Dia tahu bahwa<span>  </span>suatu ketika pasti akan terjadi perang besar antara Pandhawa dan Kurawa yang disebut Bharatayuda, maka jika ada kekuatan yang tidak bisa membantu Pandhawa pasti akan digunakan oleh Kuwara untuk menambah kekuatannya… Palgunadi sudah menanam bibit permusuhan dengan Arjuna, maka kemungkinan besar kekuatan Palgunadi tidak akan bisa menyatu dengan Pandhawa.. dengan demikian apabila Palgunadi akhirnya bergabung pada Kurawa, apakah tidak akan semakin berkepanjangan dan berlarut-larut perang besar tersebut…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">”Ngger.. Arjuna.. sekarang palgunadi telah mati… Kesaktianya yang berwujud cincin juga sudah ambil… Maka jangan sekali-kali meragukan kecintaan Bapa kepadamu ya Ngger… Engkau murid kesanganku.. semua ilmu aku tumpahkan tidak ada yang aku sembunyikan darimu… Camkan itu ya Ngger… Mana telapak tangan kirimu… cincin Manik Sotyaning Ampal ini aku berikan padamu… supaya bertambah kesaktianmu dan kamu sadari benar bahwa engkau adalah murid kesayanganku…” Dengan tersipu-sipu dan berbunga-bunga hati Arjuna karena akan menerima pusaka yang tentu saja akan menambah kesaktiannya… Namun betapa kaget Sang Arjuna, begitu potongan jari Palgunadi dimana cincin sakti itu berada menempel pada sela-sela jarinya, maka melekatlah jari itu pada tangan Arjuna dan tidak dapat lepas lagi !! Sehingga jari-jari tangan kiri Arjuna menjadi berjumlah enam.. ! Sehingga oleh karenanya predikat <em><span style="text-decoration:underline;">Satriya Bagus Tanpa Cacat</span></em> sebenarnya sudah tidak layak lagi disandang Arjuna.. Namun Drona membesarkan hati Arjuna… asal tidak diperhatikan maka orang tidak akan menyangka kalo jari tangan kiri Arjuna berjumlah enam… Pasti akan tertutup oleh keelokan wajah, kehalusan kulit dan seabreg lagi kelebihan Arjuna dalam penampilan…. Jadi jangan terlalu dipikirkan…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Syahdan ketika Palgunadi meraung kesakitan karena jarinya dipotong oleh Drona, suaranya sayup-sayup terdengar sampai pakuwon tempat dimana rombongan para penderek Prabu Palgunadi dari neagara Paranggelung berada… Hati Dewi Hanggraheni gusar tidak terkera.. dia yakin betul bahwa suara raungan kesakitan itu adalah suara suaminya.. namun nalarnya menolak hal itu karena dia tahu betapa sakti mandraguna suaminya Sang Prabu Palgunadi… namun perasaannya tidak bisa dibohongi, perasaannya berkata bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak beres terhadap pada suaminya.. Seketika dia berlari mengahmpiri arah suara raungan itu berasal…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pada saat dia sampai di tempat Palgunadi meninggal, baru saja Arjuna menerima cincin Manik Sotyaning Ampal… Dia menubruk jenazah suaminya sambil menangis tersedu-sedu… Karena dia seorang perempuan maka tidak segera tanggap harus segera berbuat apa menghadapi peristiwa yang sedemikian tidak dinyana-nyana ada di hadapannya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Di sinilah tokoh Arjuna yang demikian diidolakan banyak orang… Dengan predikat Satria bagus tanpa cacat, Lelananging jagat, yen lanang ngondangake kasektene, yen wadon ngondangake kebaguasane…. Ternyata juga tak luput dari sifat kekurangan yang mungkin apabila terjadi pada tokoh lain sudah menghasilkan hujatan dan caci maki yang tidak berkesudahan…. Betapa tidak.. !? Karena rasa iri akan kesaktian Palgunadi dengan meminjam tangan Gurunya dia bunuh Palgunadi untuk dimiliki kesaktianya… Eh, setelah melihat kecantikan Dewi Anggraheni janda Palgunadi dia masih menginginkan juga untuk diambil istri… Terlalu !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Namun kecantikan Dewi Anggraheni tidak hanya di luar saja namun tulus sampai ke dalam sanubarinya… Walaupun Arjuna seorang ksatriya yang gagah tampan rupawan, namun kesetiaannya pada Prabu Palgunadi tak pernah luntur… Dia menolak pinangan Arjuna… Arjunapun seperti kalap tenggelam oleh nafsu birahinya begitu melihat kecantikan Dewi Anggraheni.. Dia bermaksud memaksakan kehendaknya… Sang Dewi Anggrahenipun berlari sekencang-kencangnya sambil berteriak histeris tidak karuan… Betapa hatinya hancur luluh berkeping-keping, baru saja ditinggal mati suami kini mengahadapi ancaman pemaksaan kehendak (untuk memperhalus perkosaan) dari Arjuna… Segesit-gesitnya mengindar, secepat-cepatnya berlari.. Dewi Anggraheni hanyalah seorang wanita.. menghadapi kejaran Arjuna jelas bukanlah hal mudah… demikian juga dengan Arjuna… apapun yang dilakukan Anggraheni di mata Arjuna adalah seperti menggoda saja…. Dengan sekali loncatan maka tangan Dewi Anggraheni telah tertangkap… Dengan halus Arjuna mulai merayu lagi… Sang Dewi pun semakin muak saja… Tekat di dalam hatinya lebih baik mati daripada harus mengkhianati cinta suaminya… Maka dengan serta merta dia tarik cundrik yang terselip dibalik sabuknya (karena dalam kondisi pesiar berburu ke hutan maka biar seorang putri sekalipun akan senantiasa membawa cundrik… cundrik adalah semacam keris kecil yang merupakan senjata khas kaum perempuan) dan menancapkannya didadanya…. Demikianlah kesetiaan Dewi Anggraheni telah teruji dan terbukti bisa dipakai sebagai contoh….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Diceritakan untuk menghibur hati Arjuna yang sedang gundah itu maka Begawan Drona mengajaknya kembali ke Padepokan Sokalima dan akan diberikan ilmu tambahan sebagai pelipur lara….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kisah Bambang Ekalaya atau Palgunadi ini akan berlanjut pada serial Bharatyuda dengan lakon Drona Gugur&#8230;.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswino.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswino.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswino.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswino.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswino.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswino.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswino.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswino.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswino.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswino.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswino.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswino.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=12&subd=maswino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswino.wordpress.com/2008/04/07/kisah-tragis-bambang-ekalaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b7d1ee642943a7d38a10edf67956cbf0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maswino</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/404112688_beb45c3c47.jpg?w=468" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ringgit tiyang gagrag Ngayogyakarta Hadiningrat..</title>
		<link>http://maswino.wordpress.com/2008/04/07/ringgit-tiyang-gagrag-yogyakarta/</link>
		<comments>http://maswino.wordpress.com/2008/04/07/ringgit-tiyang-gagrag-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 04:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maswino</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswino.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[
Wayang orang gaya Yogyakarta sangat khas dan mempunyai ciri yang tidak tedapat pada wayang orang pada gaya yang lain&#8230; Dengan legitimasi pewaris gaya Mataraman yang masih asli, maka muali dari atribut busana, antawecana, pocapan dan subasitapun mempunyai gaya yang sangat klasik dan khas.. Bahkan tata rias wajahpun tak luput dari ciri khas yang sangat kental [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=5&subd=maswino&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/yogyakarta2.jpg?w=294&#038;h=201" alt="" width="294" height="201" /></p>
<p style="text-align:justify;">Wayang orang gaya Yogyakarta sangat khas dan mempunyai ciri yang tidak tedapat pada wayang orang pada gaya yang lain&#8230; Dengan legitimasi pewaris gaya Mataraman yang masih asli, maka muali dari atribut busana, antawecana, pocapan dan subasitapun mempunyai gaya yang sangat klasik dan khas.. Bahkan tata rias wajahpun tak luput dari ciri khas yang sangat kental terasa citarasa Mataramnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila dibandingkan dengan wayang orang gaya Surakarta, maka kadang atribut-atribut busana yang dipakai para paraga wayang orang gaya Yogyakarta terkesan seperti ketinggalan jaman.. Sebutlah atribut Praba sebagai misal, maka pada gaya Yogyakarta masih menggunakan tali yang terlihat jelas melilit di bahu dan lengan bagian atas.. Berbeda dengan Praba gaya Surakarta yang telah mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga menyatu dan tidak diperlukan tali lagi untuk memakainya&#8230; </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-8" style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;" src="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/2032200091_95db1e77f4_o.jpg?w=316&#038;h=193" alt="" width="316" height="193" /></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswino.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswino.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswino.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswino.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswino.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswino.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswino.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswino.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswino.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswino.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswino.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswino.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswino.wordpress.com&blog=3384014&post=5&subd=maswino&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswino.wordpress.com/2008/04/07/ringgit-tiyang-gagrag-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b7d1ee642943a7d38a10edf67956cbf0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maswino</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/yogyakarta2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://maswino.files.wordpress.com/2008/04/2032200091_95db1e77f4_o.jpg?w=460" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>